contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Minggu, 07 Maret 2010


BIOGRAFI BADEN POWELL
( ROBERT STEPHENSON SMYTH BP )

Berbicara mengenai Gerakan Pramuka, maka tidak boleh tidak kita harus mengenal pendiri kepanduan, yaitu ; Lord Baden Powell Of Gilwell. Sir Robert Baden Powell telah membuat suatu loncatan dalam sejarah ( “Leap of History” ) yang mengejutkan dunia.
Dibawah Ini adalah data-data tentang BP ( para pandu biasa menyebutnya ) :
v     BP Dilahirkan di London, Inggris Tanggal 22 Februari 1857.
v     Nama Lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell.
v     Tetapi para padu (Pramuka) biasa memanggil beliau dengan sebutan Baden Powell.
v     Nama kecil dari Baden Powell adalah Ste, Stepe, atau Stephenson (paling sering dipanggil dengan nama Steevie). Dan baru dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah mendapat gelar ksatria dari Raja Inggris.
v     Ayah dari Baden Powell adalah Prof Domine Baden Powell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan HenriettaGrace Smyth, seorang puteri dari Admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu ; William T Smyth.
v     Baden powell dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. BP mempunyai sembilan orang saudara, yaitu : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher. Dan Baden Powell Bersama saudara- saudaranya bertambah akrab sepeninggal Ayahnya, yang meninggal pada tangggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun Baden Powell telah menjadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, Baden Powell dituntut untuk dapat hidup mandiri.
Baden Powell telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekersan hati serta keteguhan ibudanya yang tercinta Ny. Henrietta Grace.
Baden Powell sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuan terkenal pada zamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H Lewes, dan Jemes Martineau. Baden Powell adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa.
v     Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat unutuk Baden Powell Seperti : Rugby atau Eton, Akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukkan BP Ke Charterhouse School pada tahun 1870.
v     Di Charterhouse, BP sangat popular selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan-kegiatan ekstra seperti :
Ø      Marching Band,
Ø      Club menembak (Rifle Corps),
Ø      Teater,
Ø      Melukis dan Manggambar,
Ø      Kiper kesebelasan Charterhouse.
Di Charterhouse School inilah BP mendapatkan julkan lainnya, yaitu : “Bathing Towel”.
v     Pada usia 19 tahun Baden Powell menamatkan sekolahnya di Charterhouse School. Dan akhirnya Baden Powell bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan Pamannya Kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari Akademi Militer tersebut, Baden Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu Letnan.
v     Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.
v     Selain itu BP juga terkenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya, salah seorang sahabatnya yabg paling dekat adalah Kenneth Mc. Laren.
v     Setelah sempat berpindah-pindah, dari satu kota je kota yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, bahkan sampai ke Negara satu ke Negara yang lain. BP akhirnya bertugas di Mafeking, sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat Baden Powell menjadi terkenal dan dianggap pahlawan oleh bangsanya, karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer. Selama kurang lebih 217 hari (dari tanggal 13 Oktober 1899 sampai dengan tanggal 18 Mei 1900. Karena jasa-jasanya tersebut, pangkat BP dinaikan menjadi Mayor Jendral.
v     Selama Bertugas di Afrika, BP Banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya semakin bertambah. Dan Karena keberaniannya, BP sempat mendapat julukan dari suku-suku primitive seperti suku Zulu, Ashanti, atau Metabele sebagai IMPEESA yang artinya ; “Srigala yang tidak pernah tidur”. Hal ini disebabkan karena kewaspadaan, kecekatan dan keberanian Baden Powell (termasuk tindakannya mengambil kalung Manik-manik milik Raja Dinuzulu).
v     Pada tahun 1901, BP Ke Tanah Airnya, Inggris dengan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Kemudian BP sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya buku Aids To Scouting.
v      Kemudian pada tahun 1907 BP mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama didinas ketentaraan umumnya, dalam sebuah perkemahan yang di ikuti 20 Orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea Island.
v     Dan Baden Powell pada tahun 1908 menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya yang sangat spektakuler, Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan smakin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.
v     Pada tahun 1910, BP meletakkan jabatannya di dinas ketentaraan dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Dan mulailah Baden Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan keseluruh dunia.
v     PAda Tahun 1912, BP mengadakan perjalanan ke seluruh dunia untuk menemui para pandu di berbagai Negara. BP menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu; Peter, Hather dan Betty.
v     PAda Tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) BP diangkat sebagai Chief Scout of the world atau bapak pandu sedunia. BP juga dianugrai gelar lord Baden Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron Raja George V.
v     Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang – Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934,sepulangnya dari meninjau jamboree di Austrelia. BP beserta lady Boden Poweel menghabiskan masa masa akhirnya tinggal di inggris (sekitar tahun 1935 – 1938)
v     Kemudian Boden Poweel kembali  ke tanah yang sangat di cintainya. Afrika Dan Boden Powell menghabiskan masa tuanya Di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya meninggal dunia pada tanggal 08 Januari 1941 dan diantar di atas kereta yang di tarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir.
Dari kisah Hidup Baden Powell diatas, kita dapat mengambil banya pelajaran berharga. Tidak salah jika Baden Powell dianggap sebagai tokoh Universal atau milik semua bangsa. Gerakan Kepanduan yang beliau dirikan sekarang telah menjadi satu organisasi besar yang mempunyai jumlah anggota yang terbesar di seluruh dunia.






                                                                                                                        Satyaku ku dharmakan
                                       Dharmaku kubhaktikan
                                       Tetap jayalah pramuka ku,,,,,,,,,…





1 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

STRUKTUR ORGANISASI DEWAN AMBALAN SRIWIJAYA KOORDINATOR PUTRA PONDOK PESANTREN AL-ISLAM JORESAN

~==>Pembimbing: M Wahyu faurus<==~

Ketua : Ahmad saifuddin
Wakil : M Wahyudi
Sekretaris I : M Salim Romdhoni
Sekretaris II : Zamroni muzyanur R.
Bendahara I : M ngizudin B.S
bendahara II : M Nailul Hamam

Bagian Tehnik Kepramukaan :

Ø Ahmad Mustofa

Ø Wahyu Rinaldy

Ø M.Nur Kholis

Ø M Rofiq Ahsani

Ø Iqbal Rodlian Ilmi

Ø Sihafuddin

Ø Alfian Dhany

Ø M Taufiqurrohman

Bagian Kegiatan Dan Operasional

Ø Imam Fahromli ( Koord )

Ø Abdul Kussalim

Ø Ulul Rizki

Ø Ahmad Bintang

Ø Riwuk hermawan

Ø M Badru Tamami

Ø M Hambali

Ø Dwi Siswanto

Ø M Roziqin

Followers