contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Minggu, 07 Maret 2010


BIOGRAFI BADEN POWELL
( ROBERT STEPHENSON SMYTH BP )

Berbicara mengenai Gerakan Pramuka, maka tidak boleh tidak kita harus mengenal pendiri kepanduan, yaitu ; Lord Baden Powell Of Gilwell. Sir Robert Baden Powell telah membuat suatu loncatan dalam sejarah ( “Leap of History” ) yang mengejutkan dunia.
Dibawah Ini adalah data-data tentang BP ( para pandu biasa menyebutnya ) :
v     BP Dilahirkan di London, Inggris Tanggal 22 Februari 1857.
v     Nama Lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell.
v     Tetapi para padu (Pramuka) biasa memanggil beliau dengan sebutan Baden Powell.
v     Nama kecil dari Baden Powell adalah Ste, Stepe, atau Stephenson (paling sering dipanggil dengan nama Steevie). Dan baru dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah mendapat gelar ksatria dari Raja Inggris.
v     Ayah dari Baden Powell adalah Prof Domine Baden Powell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan HenriettaGrace Smyth, seorang puteri dari Admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu ; William T Smyth.
v     Baden powell dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. BP mempunyai sembilan orang saudara, yaitu : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher. Dan Baden Powell Bersama saudara- saudaranya bertambah akrab sepeninggal Ayahnya, yang meninggal pada tangggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun Baden Powell telah menjadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, Baden Powell dituntut untuk dapat hidup mandiri.
Baden Powell telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekersan hati serta keteguhan ibudanya yang tercinta Ny. Henrietta Grace.
Baden Powell sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuan terkenal pada zamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H Lewes, dan Jemes Martineau. Baden Powell adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa.
v     Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat unutuk Baden Powell Seperti : Rugby atau Eton, Akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukkan BP Ke Charterhouse School pada tahun 1870.
v     Di Charterhouse, BP sangat popular selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan-kegiatan ekstra seperti :
Ø      Marching Band,
Ø      Club menembak (Rifle Corps),
Ø      Teater,
Ø      Melukis dan Manggambar,
Ø      Kiper kesebelasan Charterhouse.
Di Charterhouse School inilah BP mendapatkan julkan lainnya, yaitu : “Bathing Towel”.
v     Pada usia 19 tahun Baden Powell menamatkan sekolahnya di Charterhouse School. Dan akhirnya Baden Powell bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan Pamannya Kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari Akademi Militer tersebut, Baden Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu Letnan.
v     Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.
v     Selain itu BP juga terkenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya, salah seorang sahabatnya yabg paling dekat adalah Kenneth Mc. Laren.
v     Setelah sempat berpindah-pindah, dari satu kota je kota yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, bahkan sampai ke Negara satu ke Negara yang lain. BP akhirnya bertugas di Mafeking, sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat Baden Powell menjadi terkenal dan dianggap pahlawan oleh bangsanya, karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer. Selama kurang lebih 217 hari (dari tanggal 13 Oktober 1899 sampai dengan tanggal 18 Mei 1900. Karena jasa-jasanya tersebut, pangkat BP dinaikan menjadi Mayor Jendral.
v     Selama Bertugas di Afrika, BP Banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya semakin bertambah. Dan Karena keberaniannya, BP sempat mendapat julukan dari suku-suku primitive seperti suku Zulu, Ashanti, atau Metabele sebagai IMPEESA yang artinya ; “Srigala yang tidak pernah tidur”. Hal ini disebabkan karena kewaspadaan, kecekatan dan keberanian Baden Powell (termasuk tindakannya mengambil kalung Manik-manik milik Raja Dinuzulu).
v     Pada tahun 1901, BP Ke Tanah Airnya, Inggris dengan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Kemudian BP sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya buku Aids To Scouting.
v      Kemudian pada tahun 1907 BP mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama didinas ketentaraan umumnya, dalam sebuah perkemahan yang di ikuti 20 Orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea Island.
v     Dan Baden Powell pada tahun 1908 menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya yang sangat spektakuler, Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan smakin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.
v     Pada tahun 1910, BP meletakkan jabatannya di dinas ketentaraan dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Dan mulailah Baden Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan keseluruh dunia.
v     PAda Tahun 1912, BP mengadakan perjalanan ke seluruh dunia untuk menemui para pandu di berbagai Negara. BP menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu; Peter, Hather dan Betty.
v     PAda Tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) BP diangkat sebagai Chief Scout of the world atau bapak pandu sedunia. BP juga dianugrai gelar lord Baden Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron Raja George V.
v     Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang – Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934,sepulangnya dari meninjau jamboree di Austrelia. BP beserta lady Boden Poweel menghabiskan masa masa akhirnya tinggal di inggris (sekitar tahun 1935 – 1938)
v     Kemudian Boden Poweel kembali  ke tanah yang sangat di cintainya. Afrika Dan Boden Powell menghabiskan masa tuanya Di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya meninggal dunia pada tanggal 08 Januari 1941 dan diantar di atas kereta yang di tarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir.
Dari kisah Hidup Baden Powell diatas, kita dapat mengambil banya pelajaran berharga. Tidak salah jika Baden Powell dianggap sebagai tokoh Universal atau milik semua bangsa. Gerakan Kepanduan yang beliau dirikan sekarang telah menjadi satu organisasi besar yang mempunyai jumlah anggota yang terbesar di seluruh dunia.






                                                                                                                        Satyaku ku dharmakan
                                       Dharmaku kubhaktikan
                                       Tetap jayalah pramuka ku,,,,,,,,,…





Rabu, 23 Desember 2009

Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.
Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.
Kode Morse adalah contoh bentuk komunikasi digital awal.

Kode representasi Morse untuk alfabet

  • Huruf A direpresentasikan dengan .-
  • Huruf B direpresentasikan dengan -...
  • Huruf C direpresentasikan dengan -.-.
  • Huruf D direpresentasikan dengan -..
  • Huruf E direpresentasikan dengan .
  • Huruf F direpresentasikan dengan ..-.
  • Huruf G direpresentasikan dengan --.
  • Huruf H direpresentasikan dengan ....
  • Huruf I direpresentasikan dengan ..
  • Huruf J direpresentasikan dengan .---
  • Huruf K direpresentasikan dengan -.-
  • Huruf L direpresentasikan dengan .-..
  • Huruf M direpresentasikan dengan --
  • Huruf N direpresentasikan dengan -.
  • Huruf O direpresentasikan dengan ---
  • Huruf P direpresentasikan dengan .--.
  • Huruf Q direpresentasikan dengan --.-
  • Huruf R direpresentasikan dengan .-.
  • Huruf S direpresentasikan dengan ...
  • Huruf T direpresentasikan dengan -
  • Huruf U direpresentasikan dengan ..-
  • Huruf V direpresentasikan dengan ...-
  • Huruf W direpresentasikan dengan .--
  • Huruf X direpresentasikan dengan -..-
  • Huruf Y direpresentasikan dengan -.--
  • Huruf Z direpresentasikan dengan --..
Tanda Baca :
  • Tanda . direpresentasikan dengan .-.-.-
  • Tanda , direpresentasikan dengan --..--
  • Tanda : direpresentasikan dengan ---...
  • Tanda - direpresentasikan dengan -....-
  • Tanda / direpresentasikan dengan -..-.
Angka :
  • 1 .----
  • 2 ..---
  • 3 ...--
  • 4 ....-
  • 5 .....
  • 6 -....
  • 7 --...
  • 8 ---..
  • 9 ----.
  • 0 -----
Kode yang paling terkenal dalam Kode Morse adalah SOS (... --- ...), yaitu kode yang biasanya digunakan untuk memanggil bantuan oleh para pelaut jika kapal mereka terjebak dalam bahaya.

Kode morse dalam kepramukaan

Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Alfabetdengan kode morse yang berkebalikan
Alfabet Morse Alfabet Morse
E . T -
I .. M --
S ... O ---
H .... KH ----
Alfabet Morse Alfabet Morse
K -.- R .-.
X -..- P .--.
Alphabet dengan kode morse yang berlawanan
Alfabet Morse Alfabet Morse
A .- N -.
U ..- D -..
V ...- B -...
Alfabet Morse Alfabet Morse
W .-- G --.
F ..-. L .-..
Y -.-- Q --.-
Tidak memiliki pasangan
Alfabet Morse
C -.-.
J .---
Z --..
Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ
E   = .         T   = _           R   = ._.      F   = .._.
I   = ..        M   = _ _         K   = _._      L   = ._..
S   = ...       O   = _ _ _       W   = ._ _     Q   = _ _._
H   = ....      KH  = _ _ _ _     G   = _ _.     Y   = _._ _ 
A   = ._        N   = _.          C   = _._.      X   = _.._
U   = .._       D   = _..         J   = ._ _ _    P   =._ _.
V   = ..._      B   = _...        Z   = _ _ ..
Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

0
Kamis, 03 Desember 2009

Lahir tanggal 22 Februari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth.Ayahnya bernama Powell seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford,yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.
Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya:
a. Karena ditinggal bapaknya sejak kecil,maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.]
b. Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar,berenang,berkemah,olah raga dan lain-lainnya.
c. Sifat Baden Powell ysng sangat cerdas,gembira lucu,suka main musik,bersandiwara,berolah raga,mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.'d. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resiman 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepala Kimball O'Hara.
e. Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking,Afrika Selatan selama 127 haridan kekurangan makan.
f. Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayumilik Raja Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis dalam buku"Aids To Scouting"yang merupaka petunjuk bagi Tentara Muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik
William Smyth seorang pemimpuin Boys Brigade di Inggrisminta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah inggris,diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 Baden Powell pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.Pada tahun1912 menikah dengan Olife St.Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak.Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri,Kenya Afrika.

0

Awal tahun1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya.Kumpulan tulisannya ini di buat buku dengan judul "Scouting For Boys".Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau,Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanitadengan nama Girl Guides yang kemudian di teruskan oleh istri beliau.
Tahun1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB(anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya.Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipeliharadi hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yangtelah berumur 17 tahun.
Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia).Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama kali di Olympia Hall,London.
Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Boden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia(Chief Scout Of The World).
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk Pembina Pramuka san baru terlaksana pada tahun 1919.Dari sahabatnya yang bernama W.F.de Bois Maclarren,beliaumendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat Pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro sekretariatnya di London,Inggris,dan tahun 1958 Biro Kepramukaan Sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada.Tanggal 1 mei 1968 Biro Kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneve,Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 1968 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin(Inggris).Kolonel J.S.Nilson(Inggris),Mayjen D.C. DR.Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan Sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica,Mesir,Piliphina,Swiss dan Nigeria.Sedangkan Biro Kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London,dengan 5 kantor kawasan di Eropa,Asia Pasifik,Arab,Afrika dsanAmerika Latin.

PRAMUKA AMBALAN 10

Diberdayakan oleh Blogger.

STRUKTUR ORGANISASI DEWAN AMBALAN SRIWIJAYA KOORDINATOR PUTRA PONDOK PESANTREN AL-ISLAM JORESAN

~==>Pembimbing: M Wahyu faurus<==~

Ketua : Ahmad saifuddin
Wakil : M Wahyudi
Sekretaris I : M Salim Romdhoni
Sekretaris II : Zamroni muzyanur R.
Bendahara I : M ngizudin B.S
bendahara II : M Nailul Hamam

Bagian Tehnik Kepramukaan :

Ø Ahmad Mustofa

Ø Wahyu Rinaldy

Ø M.Nur Kholis

Ø M Rofiq Ahsani

Ø Iqbal Rodlian Ilmi

Ø Sihafuddin

Ø Alfian Dhany

Ø M Taufiqurrohman

Bagian Kegiatan Dan Operasional

Ø Imam Fahromli ( Koord )

Ø Abdul Kussalim

Ø Ulul Rizki

Ø Ahmad Bintang

Ø Riwuk hermawan

Ø M Badru Tamami

Ø M Hambali

Ø Dwi Siswanto

Ø M Roziqin

Followers